izzza.comizzza.com

Rumah Adat Sulawesi Utara

October 27, 2020 / Rumah Adat

Sulawesi Utara atau biasa kita singkat Sulut ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sulawesi. Provinsi ini beribukota di Kota Manado. Sulawesi Utara ini dihunii oleh beragam suku. Suku-suku tersebut sangat berpengaruh terhadap kebudayaan yang ada dimiliki oleh provinsi ini. salah satu bentuk dari kebudayaan tersebut adalah rumah adat Sulawesi Utara.

Seperti kita tahu, jika setiap provinsi yang ada di Indonesia pasti mempunyai beragam rumah adat yang menjadi identitas bagi wilayah tersebut. Sama halnya dengan Sulawesi Selatan, provinsi ini juga mempunyai rumah adat yang sangat menarik dan mengagumkan. Penasaran apa saja rumah adat yang dimiliki Sulawesi Selatan? Yuk simak ulasan berikut ini!

Rumah Adat Walewangko

Sumber : netralnews.com

Rumah adat Sulawesi Utara pertama yang akan kita bahas adalah rumah adat Walewangko. Rumah adat ini merupakan rumah adat daerah Minahasa, provinsi Sulawesi Utara. Pada zaman dahulu, Minahasa dikenal dengan nama Tanah Malesung yang merupakan daerah Semenanjung tempat persinggahan Bangsa Portugis dan Spanyol. Tanah yang subur, membuat Bangsa Portugi dan Spanyol tertarik dengan daerah ini. bahkan raja pertama Manado merupakan keturunan Bangsa Spanyol. Raja tersebut bernama Muntu Untu. Dari raja pertama tersebut diyakini jika masyarakat Minahasa mengenal rumah adat.

Rumah adat Waliwangko ini disebut juga dengan rumah adat Pewaris. Nama tersebut diambil dari nama salah satu desa yang ada di Minahasa. Nama rumah adat tersebut terdiri dari dua kata, yakni wale dan bale. Yang artinya merupakan tempat untuk melakukan aktifitas dengan keluarga.

Rumah ini mempunyai bentuk yang khas dengan dilengkapi dua tangga, yang diletakkan di sisi depan rumah, warga setempat percaya jika filosifi dari tangga-tangga tersebut berkaitan dengan kepercayaan suku minahasa dalam mengusir roh jahat. Jika roh tersebut masuk melalui tangga, maka ia juga akan turun menggunakan tangga lainnya. Hal tersebut merupakan alasan mengapa diletakkan tangga yang saling berlawanan.

Rumah adat Walewangko ini berbentuk menyerupai rumah paggung. Tiang dari bangunan ini dibuat dengan bahan material kayu dengan ukuran besar dan kuat, supaya tiang tersebut dapat menopang rumah. Atap dari rumah ini dibuat dari daun rumbia. Tetapi, pada saat ini masyarakat setempat menggantinya dengan seng atau tanah liat.

Pembagian Ruangan

Secara garis besar, rumah adat Walewangko ini dibagi menjadi 3 bagian utama. Setiap bagian tentu mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Bagian-bagian tersebut diantaranya :

Bagian Depan

a. Lesar, adalah ruang yang diletakkan di bagian paling depan rumah serta dibatasi oleh dinding. Bagian ini seperti beranda pada umumnya. Fungsi dari ruangan ini adalah sebagai tempat kepala suku dan pemangku adat ketika melangsungkan maklumat atau pidato pada masyarakat.

b. Sekay, adalah serambi yang diletakkan di bagian depan rumah. Ruangaan ini letaknya berbeda dengan Le3sar. Sekay berada di dalam rumah setelah pintu masul. Ruangan ini difungsikan sebagai rang tamu untuk menjamu tamu saat pemilik rumah mengadakan acara. Selain itu, ruangan ini juga difungsikan sebagai tmpat mengadakan musyawarah atau upacara adat.

c. Pores, adalah ruang yang mempunyai fungsi sama dengan Sekay. Tetapi, tamu yang datang hanya kerabat dekat dann pemilik rumah saja. Ruangan ini juga difungsikan sebagai tempat untuk berkumpul bersama keluarga.

Bagian Belakang rumah

Seperti rumah modern, di bagian belakang rumah ini difungsikan sebagai tempat untuk mengolah bahan makanan, menyimpan alat-alat memasak dan makan, serta menjadi tempat untuk mencuci peralatan, dan lain sebagainya.

Bagian Kolong Rumah

Sama halnya seperti rumah panggung pada umumya, rumah dat ini juga mempunyai kolong rumah yang digunakana sebagai tempat untuk menyimpan alat pertanian dan benda lainnya seperti kayu, papan, balok, serta gerobak.

Keunikan Rumah Adat Walewangko

Jika kita melihat rumah adat Walewangko secara keseluruhan, maka kita akan kagum dengan bentuk struktur dari rumah adat asal Sulawesi Utara ini. rumah adat ini mempunyai gaya arsitektur yang simetris, bangunannya juga sangat megah dan bentuknya pun juga seperti rumah panggung.

Seperti sebuah istana, rumah tradisional inni mempunyai jalan masuk dan keluar berupa dua tangga pada arah berlawanan. Mulai dari tangga sampai kompleks rumah, dikelilingi dengan sebuab pagar beserta ukiran. Karena warna serta bahan pembangunan rumah ini terbuat dari kayu, maka suasana rumah ini akan terlihat dingin atau adem.

Rumah adat Walewangko ini mempunyai banyak jendela, supaya rumah tersebut mempunyai sirkulasi udara yang lancar. Dengan suasana yang adem serta sirkulasi udara yang lancar membuat rumah adat ini sangat nyaman untuk ditempati.

Rumah Adat Bolaang Mongdow

Sumber : pewartanusantara.com

Rumah adat Sulawesi Utara berikutnya adalah rumah adat Bolaang Mongdow. Nama Bolaang Mongdow adalah salah satu provinsi di Sulawesi Utara yang sangat kaya akan kebudyaan. Kebudayan yang dimiliki oleh wilayah ini dikarenakan raja pada zaman dahulu, semua sistem serta aspek kehidupan diatur dengan tatanan adat.

Rumah ini dibangun di atas tanah seluas 8000 KM2 atau sekitar 54% dari luas daerah di provinsi Sulut. Daerah ini kemudian dibagi menjadi 4 kabupaten di tahun 2008. Nama kabupaten tersebut adalah Boolang Mongdow, Bolaang Mongdow Timur, Boolang Mongdow Utara serta Boolang Mongdow Selatan. serta terdapat 1 kota yang dinamakan Kota Kotamobagu.

Sampai saat ini, Boolang Mongdow ditetapkan sebagai stu daerah dengan nama Provinsi Boolang Mongdow Raya. Di daerah ini masih terdapat rumah adat asli yang dijadikan sebagai hunian masyarakat setempat. Pada umumnya, masyarakat yang menghuni rumah ini adalah mereka yang berusia diatas 80 tahun.

Bagian Rumah Adat Bolaang Mongdow

Rumah tradisioanal ini mempunyai ciri khas yag terletak di bagian atapnya. Atap tersebut berbenuk melintang serta bubungannya sedikit curam. Rumah adat Bolaang Mongdow dengan Walewangko mempunyai perbedaan yang terletak pada bagian tangganya. Jika Walewangko mempunai tangga yang terletak di kanan dan kiri depan rumah, maka Bolaang Mongdow ini mempunyai tangga di depan rumah. Tangga tersebut dilengkapi dengan serambi tanpa dinding, yang dimiliki pula oleh tangga di bagian belakang rumah.

Rumah adat ini terdiri dari 3 bagian, yakni bagian tengah, atas serta bagian bawah. Di bagian bawah, terdiri dari beberapa kayu yang mempunyai lebar sama dengan lebar rumah, bagian ini disebut Olad. Lantai dari rumah ini dinamakan Talog, sedangkan kayu yang menyanganya dinamakan Oigi.

Pada bagian tengah rumah adat ini dibagi menjadi dua ruang. Ruang ini berupa meliputi ruang depan, ruang makan, serta ruang tidur atau dapur yang letaknya di belakang rumah. Rumah ini banyak mengalami perubahan karena banyak warga yang melakukan renovasi dengan menyesuaikan desain modern.

Jenis Rumah Adat Bolaang Mongdow

a. Komalig, adalah jenis rumah yang difungsikan sebagai tempat tinggal raja pada zaman dahulu. Rumah adat ini disebut juga dengan istana raja dan hanya orang tertentu saja yang dapat memasukinya.

b. Genggulang, diletakkan serta dibangun di tengahhutan atau di perkebunan. Rumah jenis ini digunakan sebagai tempat istirahat masyarakat yang lelah setelah mengurus kebun. Bentuk rumahi ini seperti gubug di sawah.

c. Silidan, merupakan rumah yang difungsikan untuk masyarakat biasa.

d. Baloi, dapat ditemukan dengan mudah serta mempunyai umur rumah yang tua.

e. Lurung(Laig), fungsinya seperti Genggulang, hanya saja mempunyai ukuran serta bentuk yang sederhana.

Nah, itu tadi ulasan mengenai rumah adat yang ada di Sulawesi Utara. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semua mengenai warisan budaya dari nenek moyang bangsa kita. dengan mengenal rumah adat yang ada di Indonesia, kita telah turut serta dalam melestarikan budaya yang telah ada.

 

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020