izzza.comizzza.com

Rumah Adat Sulawesi Selatan

October 27, 2020 / Rumah Adat

Sulawesi Selatan atau biasa disingkat Sulsel ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya di bagian selatan Pulau Sulawesi. Provinsi ini beribukota di Makassar. Kota Daeng ini mempunyai sejarah perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang panjang. Provinsi ini dihuni oleh beragam suku bangsa, antara lain suku Bone, Mandar, Duri, Pattijo, Bugis dan masih banyak lagi. Beragam suku tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah rumah adat Sulawesi Selatan.

Masyarakat Sulawesi Selatan menganggap bahwa rumah adat merupakan sesuatu yang sakral. Oleh karena itu, di setiap bagiannya pasti mempunyai makna filosofi tersendiri. di sulawesi Selatan sendiri terdapat 4 jenis rumah adat yang dapat kita ketahui. Penasaran apa saja? Yuk simak ulasan berikut ini :

Rumah Adat Suku Makasar

Sumber : Bramble Furniture Indonesia

Rumah adat Sulawesi Selatan yang pertama adalah rumah adat Suku Makassar. Rumah adat ini mempunyai bentuk menyerupai rumah panggung dengan tinggi mencapai 3 meter di atas permukaan tanah. Rumah ini dilengkapi dengan tiang penyangga yang berasal dari kayu. 5 penyangga ke arah belakang dan 5 penyangga lainnya ke arah samping. Pada zaman dahulu, atap yang digunakan rumah ini berasal dari bahan-bahan alam seperti rumbia, nipah dan bambu. Namun, seiring berkembangnya zaman, rumah ini tidak lagi menggunakan atap dari bahan alami, tetapi diganti menggunnakan seng atau genteng yang dibuat dari tanah liat.

Pada zaman dahulu, rumah ini juga identik dengan rumah yang digunakan oleh para bangsawan. Rumah ini sangat unik, karena mempunyai atap yang berbentuk seperti pelana kuda dengan ujung rucing, atap tersebut disebut juga dengan timbaksela.

Di dalam bangunan rumah adat ini terdapat dua jenis tangga yang dinamakan Sapana dan Tukak. Kedua tangga tersebut dibedakan dari jumlah anak tangga yang digunakan. Sapanan menggunakan bambu dengan tiga anak tangga yang dianyam, sedangkan Tukak adalah anak tangga yang menggunakan kayu sebagai bahan dasarnya. Sapanan hanya diperuntukkan oleh bangsawan, sedangkan Tukak digunakan oleh masyarakat biasa.

Filosofi Rumah Adat Suku Makassar

Pada puncak atap rumah adat ini terdapat segitiga yang biasa disebut timbaksela. Timbaksela ini merupakan simbol yang meunjukkan kebangsawanan pemilik rumah tersebut. Jika Timbaksela disusun tiga atau lebih, maknanya rumah tersebut dihuni oleh seorang bangsawan, sedangkan segitiga yang tidak mempunyai susunan adalah tanda bahwa pemilik rumah merupakan rakyat biasa.

Rumah Adat Suku Toraja

Sumber : pintarnesia.com

Rumah adat Sulawesi Selatan selanjutnya adalah rumah adat suku Toraja. Rumah adat inilah yang paling terkenal di Indonesia. Rumah tradisional ini diberi nama tongkonan. Tongkonan ini berdiri di atas tumpukan kayu dan memiliki ukiran berwarna merah, hitam dan kuning. Rumah adat ini berbentuk menyerupai rumah panggung dengan lapisan ijuk hitam melengkung seperti perahu terbalik.

Tongkonan ini melambangkan hubungan dengan leluhur mereka sehingga rumah ini dijadikan sebagai pusat spiritual. Di dalam rumah ini juga terdapat ornamen yang menunjukkan konsep keagamaan yang biasa disebut passura (penyampaian). Di setiap ukiran kayu pada rumah ini mempunyai nilai magis bagi pemiliknya.

Terdapat 3 jenis Tongkonan yang dikenal dalam masyarakat, yaitu :

– Tongkonan layu, merupakan tempat kekuasaan tertinggi, dimana semua yang berkaitan dengan pemerintahan terjadi.

– Tongkonan pekanberan (pekaindoran), merupakan tongkonan yang dimiliki oleh keluarga yang mempunyai kedudukan dalam adat.

– Tongkonan batu, merupakan bangunan yang digunakan oleh masyarakat biasa.

Filosofi rumah Adat Suku Toraja

Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang mempunyai arti tempat duduk atai menduduki.. Hal tersebut dikarenakan pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat berkumpulnya bangsawan Toraja yang duduk dalam Tongkonan untuk berdiskusi.

Pada bagian atap rumah dihiasi dengan dua motof, yakni ayam jantan dan pancaran sinar matahari yang bulat. Kedua ukiran tersebut diletakkan bersama serta mempunyai makna.

Ayam jantan mengacu kepada kebenaran serta keadilan. Ayam jantan digunakan sebagai simbol karena dapat mengetahui perputaran matahari. Sedangkan motif matahari yang bulat meunjukkan energi serta kekuatan yang digunakan untuk membangun keadilan. Di bawah motif tersebut juga terdapat motif daun siri yang digunakan sebagai bahan persembahan utama.

Rumah Adat Suku Bugis

Sumber : nesabamedia.com

Rumah adat suku Bugis ini telah mendapatkan pengaruh dari agama Islam. Rumab ini sangat unik karena tidak menggunakan paku dalam pembangunannya. Melainkan hanya menggunakan besi atau kayu. Terdapat 3 bagian yang wajib dimiliki oleh rumah tradisional ini yang tentunya mempunyai makna filosofis tersendiri di setiap bangunannya, yaitu :

– Botiq Lantiq, merupakan bagian atap rumah yang diberi rongga. Atap tersebut merupakan lambang perkawinan di atas langit yang dilakukan We Tenriabeng, saudari kembar Sawerigading yang merupakan permaisuri Remmang ri Langi alias Hulontalangi (Raja Pertama Gorontalo).

– Ale Kaweq, merupakan bagian tengah rumah yang difungsikan sebagai tempat tinggal seperti kamar tidur serta ruang tamu. Bagian ini menggambarkan kondisi bumi pertiwi.

– Buri Liu : merupakan bagian bawah rumah atau kolong yang difungsikan sebagai tempat hewan peliharaan. Tempat ini melambangkan dunia bawah tanah dan laut.

Rumah Adat Suku Luwuk

Rumah Adat Suku Luwuk

sumber : aminama.com

Rumah adat Sulawesi Selatan berikutnya adalah rumah adat suku Luwuk. Rumah adat ini dulunya merupakan rumah Raja Luwu. Rumah ini terbilang unik karena dibangun mengunakan 88 tiang dengan bahan material yang berasal dari kayu. Rumah adat ini disebut juga dengan rumah Langkanae. Rumah tradisional ini mempunyai atap yang berukuran leih besar dibandingkan dengan badan rumah. Pada saat zaman penjajahan Belanda, rumah ini menjadi sasaran untuk dihancurkan.

Bangunan tradisional ini mempunyai 3 ruangan dengan fungsi berbeda di setiap ruangannya. Ruang pertama dinamakan tudung sipulung, ruangan ini mempunyai ukuran yang luas dan digunakan untuk menerima tamu. Ruang kedua dalah ruang tenga, ruang ini digunakan sebagai tempat privasi keluarga dan digunakan sebagai tempat beristirahat. Ruang selanjutnya adalah ruang belakang, ruang ini terdiri dari dua kamar yang ukurannya kecil.

Filosofi Rumah Adat Suku Luwuk

Dalam sejarah, rumah adat ini berasak dari Raja Luwuk. Rumah adat suku Luwuk sama dengan rumah adat Sulawesi lainnya, yakni mempunyai pembeda di setiap kelas sosial. Rumah ini memiliki ornamen yang disebut bunga prengreng, bunga ini merupakan simbol filosofi sulur yang maknanya hidup tidak terputus-putus.

Rumah Adat Suku Mandar

Sumber : blogspot.com

Selain di Sulawesi Barat, rumah adat suku Mandar ini juga terdapat di Sulawesi Selatan, hal tersebut dikarenakan wilayah Sulawesi Selatan ini juga dihuni oleh suku Mandar yang berasal. Maka tak heran jika kedua wilayah ini sama-sama memiliki rumah adat Suku Mandar.

Rumah adat ini berbentuk seperti rumah adat Bugis dan Makassar. Namun, rumah ini mempunyai teras yang berukuran lebih besar dari teras lainnya. Bentuknya pun juga menyerupai rumah panggung.

Kebanyakan rumah ini menggunakan warna gelap sebagai warna rumahnya, tetapi ada pula yang masih mempertahankan warna asli kayu sebagai sebagai bahan materialnya. Jika kita lihat, atap dari rumah ini berbentuk seperti ember yang miring ke depan.

Filosofi Rumah Adat Suku Mandar

Rumah adat ini terdiri dari dua jenis yang menjadi pembeda status sosial masyarakatnya, yakni rumah Boyang Adaq dan Boyang Beasa. Boyang Adaq adalah thunian bagi para bangsawan, sedangkan Boyang Beasa merupakan tempat tinggal bagi masyarakat biasa.

Rumah Boyang Adaq dilengkapi dengan ornamen yang menjadi lambang identitas tertentu dalam mendukung tingkat sosial penghuninya. Selin itum rumah ini juga mempunyai penutup bubungan, semakin nanyak susunan maka semakin tinggi pula derajat kebangsawanan yang dimiliki.

Nah, itu tadi ulasan lengkap mengenai beragam rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan. Setiap rumah pasti sangat kaya akan nilai budaya serta filosofi, begitu pula dengan rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan ini . Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikan budaya ini supaya tetap terjaga dan dapat dinikmati dari generasi ke generasi.

 

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020