izzza.comizzza.com

Rumah Adat Sulawesi Barat

October 27, 2020 / Rumah Adat

Sulawesi barat atau biasa kita singkat Sulbar ini merupakan salah satu provinsi di Indonesian yang terletak di bagian barat Sulawesi. Provinsi yang ebribukota di Mamuju ini dapat dibentuk pada tahun 1999. Pulau Sulawesi ini adalah provinsi di Indonesia yang memiliki 6 provinsi dengan keunikan berbeda. Masing-masing dari provinsi tersebut pasti mempunyai ada istiadat hingga rumah adat yang berbeda. Provinsi yang satu ini mempunyai potensi wisata yang tinggi. Salah satu bentuk keunikan yang ada di provinsi ini adalah rumah adat Sulawesi Barat.

Seperti yang kita tahu, bahwa setiap provinsi yang ada di Indonesia ini pasti mempunyai rumah adat dengan ciri khas dan keunikannya sendiri. Begitupun dengan Sulawesi Barat ini. Provinsi ini juga mempunyai rumah adat yang menjadi identitas dari wilayahnya. Penasaran mengenai rumah adat yang dimiliki Sulawesi Barat? Yuk kita simak artikelnya!

Mengenal Rumah Adat Boyang Sulawesi Barat

Sumber : blogspot.com

Mayoritas suku yang menghuni Sulawesi Barat ini adalah suku Mandar. Maka, tak heran jika gaya arsitektur yang dimiliki oleh rumah adat ini dipengaruhi oleh kenudayaan maupun tradisi dari suku Mandar. Walaupun kebudayaan suku Mandar ini telah banyak mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Makassar dan Bugis. Sehingga jika kita lihat sekilas, rumah adat ini akan sangat mirip dengan kedua suku tersebut. Tetapi, jika kita perhatikan dengan jelas, banyak sekali perbedaan yang dapat kita temukan dari bangunan tradisional Sulawesi Barat ini.

Selain suku Mandar, terdapat suku lain yang tinggal di provinsi Sulawesi Barat. Suku tersebut adalah suku Jawa dan Makasar. Tetapi, suku Mandar tetap memiliki populasi paling banyak dibandingkan suku lain yang mendiami Sulawesi Barat. sementara itu, suku lainnya hanyalah transmigran ke daerah ini. rumah adat yang dimiliki oleh Sulawesi Barat ini dinamakan rumah Boyang. Rumah ini mempunyai atap dan teras yang sangat luas.

Rumah adat Boyang ini berbentuk menyerupai rumah pamggung. Konsep tersebut digunakan untuk menyesuaikan rumah adat dengan kondisii lingkungan sekitar. Konsep tersebut juga akan memberikan keamanan serta kenyamanan bagi penghuninya. Rumah adat ini juga mempunyai ruangan yang disebut dengan lotang. Lotang tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Pembagian Ruangan Dalam Rumah Adat Boyang

Sumber : Kumparan

Bangunan tradisional ini memiliki tujuh bagian ruangan. Dimana 3 bagian dari ruang tersebut merupakan Lotang utama, sedangkan 4 lainnya merupakan Lotang tambahan. Lotang utama dari rumah ini terdiri dari Samboyang, Tangnya Boyang dan Bui Boyang. Sedangkan, untuk lotangg tambahannya terdiri daeri lego-lego, Tapang, Paceko dan naong boyang.

Samboyang adalah ruangan yang diletakkan di bagian depan rumah atau biasa disebut teras. Ruang ini berfungsi sebagai tempat berkumpul para pria saat diadakan acara adat. Selain itum Samboyang ini juga digunakan untuk menerima tamu, dengan ukurannya yang sangat luas, ruangan ini memberikan kenyamanan bagi penghuni dan tamunya. Sementara itu, Tangnya Boyang diletakkan di bagian tengah dari rumah dan digunakan untuk berkumpul dengan keluarga. Ukuran dari ruangan ini sangat luas dibandingkan dengan ruangan samboyang.

Ruang utama dalam rumah adat Boyang ini adalah Bui Boyang. Ruang ini berupa kamar dan letaknya di bagian belakang dari Biyang. Kamar ini juga disebut dengan songi dan ditempati oleh pemilik rumah. Kamar ini mempunyai ukuran yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Untuk lotang tambahan pertama adalah Tapang. Tapang ini diletakkan pada bagian loteng rumah adat Boyang. Tapang ini digunakan untuk tempat penyimpanan barang atau biasa disebut gudang. Pada zaman dahulu, ruangan ini difungsikan untuk pengantin dalam berdiam diri dan mengikuti rangkaian adat yang berlaku. Ruangan ini bersifat tersembunyi, sehingga mempunyai makna bagi calon penganyin serta menjadi simbol dalam menjaga kesucian mempelai debelum hari pernikahan tiba.

Ruangan berikutnya adalah Paceko, ruang ini diartikan sebagai dapur dalam istilah yang sering digunakan masyarakat Sulawesi Barat. ruangan ini diletakkan menyilang pada bagian utama rumah. Selain sebagai dapur, ruangan ini juga digunkan sebagai tempat menyimpan makanan.

Ruang tambahan selanjutnya adalah Lego lego berupa teras dilengkapi atap di atasnya. Ruangan ini tidak mempunyai dinding, beberapa orang menyebutnya beranda. Fungsi dari ruangan ini adalah untuk tempat bersantai pemilik rumah ketika menjelang sore.

Ruangan tambahan lainnya dari rumah adat Boyang ini adalah Naong Boyang atau ruangan di bawah bangunan. beberapa dari ruangan ini difungsikan sebagai kandang ternak atau bisa juga digunakan sebagai tempat menenun.
Struktur Bangunan Pada Rumah Adat Sulawesi Barat

Rumah adat Boyang dibangun menggunakan bahan material kayu yang mempunyai kualitas terbaik. Rumah ini merupakan rumah panggung yang dilengkapi dengan 3 jenis tiang yang menancap ke dalam tanah. Selain itu, tiang rumah ini tidak boleh dibiarkan berdiri begitu saja di atas tanah. Harus ditumpangi oleh batu yang mempunyai permukaan datar. Hal tersebut bertujuan agar tidak mudah lapuk dan dapat bertahan lama.

Tiang pada bangunan ini cukup tinggi, yaitu 2 meter. Dalam sejarah, tiang tersebut berbeda untuk setiap rumah, tergantung dari strata sosial dari pemilik rumah.

Rumah adat Boyang ini mempunyai ornamen yang unik dan khas. Setiap ornamen tersbeut mempunyai filosofi yang sangat erat dengan adat istiadat suku Mandar.

Rumah adat ini mempunyai anak tangga yang jumlahnya ganjil. Biasanya tangga tersebut berjumlah 7 sampai 14 tangga. Dinding rumah ini dihiasi dengan desain khas suku Mandar yang sangat unik.

Bangunan rumah ini selalu menghadap ke arah terbitnya matahari. Dalam pembangunan rumah ini selalu dihiasi dengan ornamen-ornamen khas yang menjadi identitas sosial dari suku Mandar. Peraturan tersebut harus dipatuhi sebelum membangun rumah adat Boyang.

Jenis-Jenis Rumah Adat Boyang

Sumber : Guratgarut

Terdapat 2 jenis rumah adat Boyang, yakni rumah Boyang Adaq dan rumah Boyang Beasa.

1. Rumah adat Boyang Adaq merupakan rumah adat yang hanya dihuni oleh masyarakat yang mempunyai tingkat sosial tinggi atau bangsawan. Jika dilihat dari bangunannya, rumah ini terdiri dari tiga susun sampai 4 susun.

2. Sedangkan, rumah Boyang Beasa merupakan rumah yang dihuni oleh warga biasa. Rumah adat ini hanya terdiri dari satu susun saja dan hanya mempunyai satu bagian bubungan atau tumbaq layar.

Filosofi Rumah Adat Boyang

1. Rumah adat Boyang selalu menghadap ke arah tumur atau arah terbitnya matahari. Hal tersebut dipercaya oleh masyarakat suku Mandar sebagai simbol keselarasan serta keharmonisan pada kehidupan. Namun, setelah ajaran Islam datang, arah barat juga dianggap baik, karena menghadap ke arah kiblat.

2. Setiap ornamen dan ukiran yang terdapat pada rumah adat ini diyakini sebagai identitas sosial suku Mandar.

Dengan tulisan di atas, kita dapat mengenal lebih dalam mengenai rumah adat yang ada di Sulawesi Barat, mulai dari jenis-jenis rumah adat Boyang, pembagian ruangan, struktur rumah serta nilai-nilai filosofis yang ada pada rumah adat di Sulawesi Barat ini. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua untuk lebih mengenal kebudayaan yang dimiliki oleh Negeri kita tercinta.

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020