izzza.comizzza.com

Rumah Adat Maluku

October 27, 2020 / Rumah Adat

Maluku merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Kepulauan Maluku. Provinsi ini beribukota di Ambon. Ibu kota Maluku ini merupakan kota terbesar di provinsi Maluku. Maluku adalah provinsi terbesar ke 28, karena mmepunyai jumlah penduduk 1,8 juta jiwa serta ke 14 dengan luas wilayah sebesar 46 ribu km2. Penduduk yang menghuni provinsi ini terdiri dari berbagai macam etnis atau suku bangsa. Suku bangsa tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap kebudayaan yang dimiliki oleh Maluku. Salah satu bentuk kebudayaan tersebut dapat kita lihat pada rumah adat Maluku.

Setiap provinsi di Indonesia pasti mempunyai rumah adat dengan ciri khas serta bentuk yang berbeda-beda, begitu pula dengan rumah adat yang ada di Maluku ini. selain mempunyai gaya arsitektur yang unik, rumah adat di Maluku ini juga mempunyai makna yang terkandung di dalamnya. Penasaran apa saja rumah adat yang dimiliki oleh Maluku? Yuk kita simak penjelasan berikut ini!

Rumah Adat Baileo

Sumber : pewartanusantara.com

Rumah adat Maluku pertama yang akan kita bahas adalah rumah adat Baileo. Rumah adat ini merupakan rumah adat khas Maluku yang paling populer sekaligus banyak digunakan. Rumah ini merupakan representasi utama bagi adat serta kebudyaan tang dimiliki Maluku. Rumah iuni bahkan mempunyai fungsi yang sangat

penting bagi masyarakat Maluku. Salah satu fungsi utama dari rumah in adalah sebagai tempat para tetua adat berdiskusi mengenaip isu-isu penting terkini.

Gaya Arsitektur Rumah Adat Baileo

Rumah adat Baileo ini mempunyai bentuk ornamen atau hiasan yang mempunyai hubungan dengan adat istiadat serta kehidupan sehari-hari masyarakat maluku. Negeri-negeri di Maluku mempunyai gaya arsitektur berbeda, tetapi tetap mempunyai fungsi yang sama. Rumah tradisional ini dibuat dengan bahan yang sangat kuat serta dilengkapi dengan ornamen khas Maluku. Rumah ini tidak mempunyai dinding. Rumah adat Baileo berbentuk menyerupai rumah panggung, dengan posisi lantai berada di atas permukaan tanah. Lantai tersebut dibuat tinggi karena mempunyai makna tertentu.

Keunikan Rumah Adat Baileo

Secara filosopfis, rumah tradisional ini dibuat tanpa dinding, hal tersebut merupakan sebuah penghormatan kepada roh leluhur agar mereka dapat leluasa masuk dan keluar dari rumah ini.

Lantai rumah juga dibangun tinggi supaya roh nenek moyang mendapatkan derajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat biasa.

Selain itu, tidak adanya dinding pada rumah ini juga dapat membuat masyarakat turut serta dalam bermusyawarah dengan tetua adat di dalamnya.

Ornamen Khas Rumah Adat Baileo

Pada rumah ini terdapat banyak ukiran serta ornamen dengan gambar dua ekor ayam yang berhadaoan dan diapit dua ekor anjing yang diletakkan di sebelah kiri dan kanan. Makna dari ukiran tersebut adalah kedamaian serta kemakmuran. Ukiran lain yang terdapat dalam rumah adat ini adalah ukiran bulan, bintang serta matahari yang letaknya di atap serta diwarnai warna merah, kuning dan hitam. Makna dari ukiran tersebut adalah kesiapan Baileo dalam menjaga keutuhan serta hukum adat yang telah berlaku.

Rumah Adat Sasadu

Sumber : Talde Brooklyn

Rumah adat Maluku berkutnya adalah rumah adat Sasadu. Rumah adat ini merupakan sebuah karya dari masyarakat suku Sahu yang ada sejak zaman dahulu di Halmahera.

Selain mempunyai bentuk yang berbeda, rumah adat ini juga mempunyai banyak nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.

Gaya Arsitektur Rumah Adat Sasadu

Walaupun rumah adat ini dibangun dengan pondasi tiang, rumah ini bukanlah jenis model rumah panggung. Tiang-tiang yanga ada pada rumah ini hanya berfungsi penopang kerangka atap rumah.

Dalam pembangunan rumah adat ini digunakan bahan alam secara keseluruhan. Bahan-bahan tersebut seperti ijuk, daun sagu dan daun kelapa.

Rumah adat Sasadu mempunyai persamaan dengan rumah adat Baileo. Hal tersebut terletak pada desainnya yang tidak mempunyai dinding karena fungsinya yang memang digunakan sebagai tempat untuk melakukan musyawarah.

Keunikan Rumah Adat Sasadu

Walaupun rumah ini tidak mempunyai dinding, tetapi rumah tradisional Sasadu ini mempunyai banyak pintu sebagai gantinya. Jika kita perhatikan, rumah ini mempunyai enam pintu masuk di setiap rumah adat ini. Dari enam pintu tersebut, dua pintu digunakan oleh perempuan, dua pintu lagi untuk laki-laki serta dua pintu lainnya untuk tamu.

Filosofi Rumah Adat Sasadu

Setiap bagian dari rumah sasadu ini hampir semuanya mempunyai makna filosofis yang kental dengan kebudayaan setempat. Misalnya, pada bagian bawah atap rumah adat ini dibuat lebih pendek dari bagian langit-langitnya. Hal tersebut mempunyai makna keterbukaan serta penghargaa kepada setiap orang yang datang ke Maluku harus menghormati aturan setempat.

Selain itu, terdapat pula ukiran yang terletak pada atap rumah adat Maluku Utara ini yang dibuat dengan bentuk seperti perahu. Hal tersebut merupakan simbol kebanggan masyarkat Maluku yang senang melaut sejak zaman dahulu.

Rumah Adat Hibulamo

Sumber : Mapio.net

Rumah adat Maluku yang terakhir adalah rumah adat Hibulamo. Secara estimologis, rumah ini mempunyai nama yang terbentuk dari dua suku kata, yaitu hibua dan lamo yang berarti bedar.

Dalam sejarah, rumah adat ini sudah ada sejak 600 tahun silam, tetapi baru diresmikan pada bulan April 2007.

Gaya Arsitektur Rumah Adat Hibulamo

Dari bentuknyam rumah adat Hibulamo sangat mirip dengan perahu yang merupakan cerminan kebudayaan maritim suku Tobelo dan suku Galela. Kedua suku tersebut telah hidup sejak berabad-abad silam sebagai generasi pelaut ulung.

Bangunan ini mempunyai ukuran yang besar dan dilengkapi dengan delapan sisi dengan empat pintu masuk yang terletak di empat penjuru mata angin.

Fungsi utama dari rumah ini adalah sebagai pusat kegiatan masyarakat Maluku serta tempat untuk mempersatukan sepuluh Hoana (suku) yang menhghuni Halmahera, Pulau Morotai, dan Loloda.

Keunikan Rumah Adat Hibulamo

Rumah adat Maluku yang terakhir ini mempunyai keunikan yang terletak pada panggunaan empat warna yang selalu digunakan hampir si seluruh Hibulamo. Warna-warna tersebut adalah merah, kuning, hitam dan putih. Warna tersebut mempunyai lambang tersendiri. Warna merah merupakan lambang kegigihan, kuning merupakan lambang dari kemegahan dan kejayaan, hitam melambangkan solidaritas, sedangkan warna pitih merupakan lambang kesucian.

Sampai saat ini masyarakat Maluku juga masih sering melaksanakan upacara adat saat memasuki panen atau masa tanam di rumah tradisional ini.

Ciri Khas Rumah Adat Hibulamo

Hampir semua bangunan rumah tradisional Hibulamo ini dibangun dengan menambahkan ukiran berupa simbol unik yang mempunyai makna tersendiri. selain itu, rumah adat ini juga dikenal sebagai pusat segala jenis kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat.

Mulai dari upacara adat, rapat masyarakat, sampai acara pernikahan juga dilangsungkan di rumah adat ini. Bila kita ini mengunjungi rumah adat ini , kita bisa datang ke rumah adat Hibulamo Tobelo yang terletak di Pulau Kakara.

Nah, itu tadi merupakan berbagai ulasan lengkap mengenai rumah adat Maluku, sangat unik bukan? Akan sangat disayangkan jika rumah adat yang dimiliki oleh nusantara ini hilang begitu saja. Oleh sebab itu, kita harus turut berperan dalam melestarikan rumah adat ini. hal tersebut juga merupakan bentuk rasa cinta kita terhadap tanah air Indinesia.

 

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020