izzza.comizzza.com

Rumah Adat Lombok

November 1, 2020 / Rumah Adat

Lombok merupakan sebuah kepulauan yang sangat populer, eksotis, dan sangat menarik untuk di datangi. Karena tempat-tempat wisatanya yang sangat indah serta memikat setiap pengunjung yang datang. Lombok ini juga terkenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, karena sebagian penduduknya menganut agama islam. Lombok juga mendapatkan sebuah penghargaan karena perpaduan pariwisata dan agama yang harmonis. Sama seperti daerah-daerah lain, Lombok tentunya juga memiliki rumah tradisional yang khas. Rumah adat Lombok memiliki ciri khas pada bangunannya yang masih sangat tradisional dan terbuat dari bahan-bahan kuno.

Bale merupakan nama dari rumah adat Lombok, tepatnya rumah adat Suku Sasak di Lombok Tengah. Suku Sasak memiliki sebuah aturan dalam membangun sebuah rumah adat. Saat membangun rumah adat, mereka terlebih dahulu menentukan waktu pembangunan serta lokasi rumah tersebut. Mereka percaya jika membangun rumah tidak menggunakan aturan tersebut, maka akan datang nasib buruk yang menimpa mereka. Rumah adat suku Sasak ini terdiri dari beragam jenis Bale. Semua bangunannya menggunakan jerami atau alang-alang sebagai bahan atap. Selain itu, Bale ini juga memiliki fungsi yang beragam. Berikut ini beberapa jenis Bale yang ada di Pulau Lombok.

Bale Lumbung

Sumber : gadizalombok.com

Bale Lumbung ini mempunyai ciri khas rumah adat Sasak yang berasal dari Pulau Lombok. Bentuknya sangat unik dan menarik, bangunannya seperti rumah panggung yang ujung atapnya meruncing dan melebar sedikit kemudian lurus ke bawah dan kembali melebar pada bagian bawahnya.

Selain digunakan sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen, Bale Lumbung ini juga menjadi tempat untukk beristirahat atau berkumpulnya masyarakat suku Sasak. Jika terjadi banjir hasil panen akan tetap aman karena rumah ini dibangun lumayan tinggi dari permukaan tanah.

Kontruksi rumah ini dirancang anti terhadap tuikus, tiangnya bulat serta memiliki lingkaran diatas tiang (mereka biasa menyebutnya Jelepeng Alang). Jelepeng alang tersebut membuat tikus tidak bisa naik ke dalam rumah.

Cara pembuatannyapun juga sangat alami, Bale Lumbung terbuat dari pohon loam(rey). Dan cara memasangnyapun juga tanpa menggunakan paku, hanya disambung sesuai jalur yang sudah dibuat. Atapnya terbuat dari bahan alang-alang serta terdapat jendela agar udara dapat masuk ke dalam ruang penyimpanan tersebut.

Bale Tani

Sumber : thrillingtravel.in

Sesuai dengan namnaya, Bale Tani ini digunakan oleh masyarakat suku Sasak yang pekerjaanya sebagai petani. Rumah tradisional ini memiliki pintu masuk kecil tanpa jendela. Dalam bangunan rumah ini terbagi menjadi beberapa bagian.

Ada Bale Luar Sesangkok (Serambi) yang difungsikan untuk menerima tamu dan juga berfungsi sebagai tempat tidur, Bale Dalem yang dibagi lagi menjadi Dalem Bale (kamar) dan Pawon (dapur).

Bale Dalem juga digunaka untuk menyimpang barang-barang yang penting seperti perhiasan. Bahkan bisa juga digunakan untuk ruanhgh persalinan, ruang tidur anak gadis, dan juga tempat untuk menaruh jenazah sebelum diberangkatkan.

Di dalam dapur terdapat 2 tungku yang digunakan untuk memasak, posisi tungku menempel pada lantai serta sempare atau wadah untuk menaruh bahan pangan maupun peralatan dapur yang terbuat dari bambu.

Bale Jajar

Sumber : arsitur.com

Bale Jajar ini merupakan tempat tinggal untuk masyarakat suku Sasak, yang perekonomiannya berada di kelas menengah ke atas. Bentuknya mirip seperti Bale Tani, hanya saja ruangan dalam Bale Jajar ini lebih banyak. Bale Jajar ini terdiri dari dua dalem Bale yang ditandai dengan adanya serambi, yaitu tempat khusus untuk menyimpan bahan makanan dan juga keperluan rumah tangga.

Berugag Sekepat

Sumber : blogspot.com

Rumah ini berbentuk layaknya saung, yaitu sebuah panggung tanpa dinding dan hanya beratap ala-alang. Rumah tradisional ini ditopang oleh empat buah tiang bambu yang bentuknya sudut segi empat. Sekepat ini juga bisa dugunakan untuk tempat menerima tamu.

Dalam tradisi Sasak, tidak sembarang orang boleh masuk ke dalam rumah. Jika oemilik rumah memiliki anak perempuan, maka tempat ini nantinya akan digunakan untuk pemuda yang melamar.

Berugag Sekenam

Sumber : Pinterest

Rumah ini memiliki tiang sebanyak 6 buah dan letaknya di bagian belakang rumah. Berugag Sekenam ini biasanya digunakan untuk tempat kegiatan belajar mengajar mengenai tata krama, nilai budaya, serta juga digunakan untuk tempat pertemuan anggota keluarga.

Bale Bonder

Nama lain dari rumah ini adalah Gedeng Pengukuhan, desain rumah ini berbentuk segi empat bujur sangkar yang ditopang oleh tiang yang jumlahnya minimal 9 buah, dan maksimalnya 18 buah. Bale Bonder biasanya dihuni oleh kepala desa atau dusun yang letaknya di tengah permukiman warga.

Fungsi rumah adat ini adalah untuk tempat persidangan adat dan menyelesaikan kasus pelanggaran hukum adat. Selain itu, Bale Bonder ini juga digunakan untuk tempat menyimpan benda bersejarah, dan pusaka warisan keluarga.

Bale Baleq Becingah

Sumber : Arsitur Media Desain

Bale ini difungsikan untuk tempat dilaksanakannya kegiatan besar di Kerajaan sehingga disebut Bencingah. Kegiatan besar teresebut seperti pelantikan pejabat kerajaan, pengukuhan putra mahkota, kiayi penghulu kerajaan, serta menjadi tempat diletakkannya pusaka kerajaan.

Bale Tajuk

Sumber : WordPress.com

Rumah adat Lombok yang satu ini merupakan sarana pendukung untuk rumah yang dimiliki keluarga. Tempat ini biasa digunakan sebagai tempat untuk pertemuan keluarga dan juga untuk pelatihan macapat takepan.

Keunikan Rumah Adat Lombok

1. Memiliki 3 Tipe Bangunan

Rumah Adat suku Sasak ini memiliki 3 tipe bangunan. Yaitu Bale Bonder, Bale Kodong, dan Bale Tani. Bale Bonder merupakan rumah yang dimiliki oleh pejabat desa, Bale Kodong merupakan rumah untuk orang tua yang ingin menghabiskan masa tuanya, sedangkam Bale Tani merupakan rumah untuk orang yang berkeluarga.

2. Lantai Rumah yang Terbuat dari Tanah Liat dan Kotoran Kerbau

Lantai dari rumah adat khas Lombok ini sangatlah unik, karena terbuat dari tanah liat, kotoran kerbau, abu jerami, serta bahan-bahan lainnya yang berasal dari alam.

Kotoran kerbau dapat digunakan untuk membersihkan debu yang ada di lantai serta membuat lantai terasa halus dan kuat.

Suku sasak percaya bahwa kotoran kerbau tersebut mampu mengusir serangga sekaligus menjadi penagkal serangan magis kepada penghuni rumah.
Tradisi pembersihan langtai tersebut dilakukan setiap seminggu sekali, atau pada waktu tertentu sebelum upacara adat dimulai.

Lantai rumah yang sudah digosok menggunakan kotoran kerbau akan dicampur dengan air, kemudian disapu dan digosok menggunakan batu.

Mungkin kita akan mengira bahwa lantai tersebut pasti memiliki bau yang tak sedap. Namun, nyatanya kotoran kerbau tersebut tidak berbau sama sekali lho.

3. Terbuat dari Anyaman Bambu

Dinding rumah dari rumah adat Lombok terbuat dari anyaman bambu. Ternyata anyaman bambu sangat ringan membuat bangunan ini menjadi kokoh, kuat, dan tahan terhadap guncangan.

Atap rumah dari bangunan ini menggunakan alang-alang yang dibentuk seperti gunungan. Alang-alang ini memiliki sifat yang sama seperti anyaman bambu ringan serta tahan terhadap guncangan. Kedua bahan tersebut sangat tahan terhadap guncangan gempa.

4. Rumah Adat Tidak Dibangun Sembarangan

Pembuatan rumah tradisional suku Sasak ini tidak boleh sembarangan lho. Harus memilih waktu yang tepat untuk melakukan proses pembangunan. Mereka juga sangat selektif dalam memilih lokasi bangunan. Tempat-tempat seperti area bekas perapian, bekas sumur, dan bekas pembuangan sampah sangat dihindari oleh mereka. Mereka percaya bahwa melanggar pantangan tersebut maka akan ada nasib buruk yang menimpa mereka.

5. Tidak Mudah Roboh dan Nyaman untuk Dihuni

Mulai dari atap, dinding, lantai, sampai pondasi rumah dibuat menggunakan bahan yang ringan dan tidak mudah roboh. Supaya lebih kokoh, bangunan rumah adat ini ditopang oleh balok penyangga yang terbuat dari bambu yang dikaitkan dengan pasak penyambung.

Selain itu, pintu masuk rumah adat ini juga sangat unik, karena dibuat serendah mungkin sebagai simbol penghormatan pada pemilik rumah. Sirkulasi udara dalam rumah ini juga sangat baik, karena terbuat dari anyaman bambu.

Nah, itu tadi ulasan mengenai keindahan serta keunikan rumah adat khas Lombok. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita mengenai beragam rumah adat yang ada di Indonesia, khususnya Pulau Lombok.

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020