izzza.comizzza.com

Rumah Adat Kalimantan Utara

October 27, 2020 / Rumah Adat

Kalimantan Utara atau biasa kita singkat Kaltara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan. Provinsi ini merupakan provinsi termuda yang ada di Indonesia yang resmi disahkan saat sidang paripurna DPR tgl 25 Oktober 2012. Letaknya berbatasan langsung dengan negara Malaysia, yakni Negara Sabah dan Sarawak. Pada saat ini pusat pemerintahan provinsi ini terletak di kecamatan Tanjung Selor, bersama Kapubaten Bulungan. Walaupun menjadi provinsi termuda di Indonesia, Kalimantan Utara ini tetap memiliki beragam kebudayaan. Salah satu dari kebudayaan tersebut adalah rumah adat Kalimantan Utara yang dinamakan Rumah Baloy.

Penasaran mengenai keunikan serta fungsi rumah adat Baloy? Yuk kita simak ulasan berikut ini :

Mengenal Suku Tidung

Sumber : Pos Kupang

Perlu kita ketahui jika suku Tidung merupakan sub dari suku Dayak, terdapat 420 suku Dayak di Pulau Kalimantan. Setelah ajaran Agama Islam masuk, suku dayak Tidung ini berganti nama menjadi sukui Tidung. Suku inilah yang menciptakan rumah adat khas Kalimantan Utara, yakni rumah adat Baloy. Jika kita lihat dari desainnya, rumah adat Baloy ini sangat mirip denhan rumah Lamin yang ada di Kalimantan Timur. Hal tersebut dikarenakan letak dari kedua rumah adat tersebut yang jaraknya tidak jauh.

Pada zaman dahulu, Tidung ini merupakan kerajaan yang berdiri pada yahun 1551 sampai 1916. Kerajaan ini dikenal juga dengan kerajaan Tarakan yanbg kemudian berakhri di Salimbaru. Selain kerajaan Tidung, terdapat pula dua kerajaan lain, yaitu Kesultanan Bulungan. Jika kita ingin mengenal banyak hal mengenai suku Tidung ini, kita dapat berkunjung ke Baloy Adat Tidung.

Para ahli berpendapat bahwa rumah Baloy adalah hasil pengembangan secara arsitektur dari rumah adat Lamin. Rumah ini berbentyjk menyerupai rumah panggung. Bahan material utama yang digunakan juga berasal dari kayu ulin. Kayu ulin ini memang dikenal sangat kuat dan dapat bertahan hingga ratusan tahun, bahkan banyak yang menyebutnya sebagai kayu besi karena kekuatan yanhg dimilikinya. Kayu ulin ini juga tidak akan lapuk jika terendam oleh air, justru kayu ini akan berubah lebih kuat.

Fungsi Rumah Adat Baloy

Sumber : imujio.com

Rumah adat Kalimantan Utara ini memiliki gaya arsitektur yang sangat unik, walaupun sudah mendapatkan sentuhan modern. Rumah ini juga lebih sederhana jika dibandingkan dengan rumah adat Kalimantan lainnya yang memiliki ukuran sangat besar. Rumah tradisional suku Tidung ini menghadap ke arah utara dan dibangun lebih tinggi dan berpijak pada tanah. Rumah adat Baloy ini tidak digunakan sebagai hunian oleh suku Tidung, melainkan hanya digunakan sebagai tempat untuk berkumpul.

Masyarakat suku Tidung biasa menggunakan rumah adat ini sebagai tempat untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan masalah adat. Selain itu, rumah adat ini juga biasa digunakan sebagai temoat tinggal kepala adat.

Selain dijadikan tepat wisata, tempat ini juga digunakan sebagai tempat untuk menampilkan kesenian khas suku Tidung, contohnya seperti Tari Jepen.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Baloy

Sumber : Borneo ID

Di dalam bangunan rumah adat Baloy ini terdapat pembagian ruangan yang disebut djuga dengan Ambir. Pada bagian Ambir ini terdapat 4 ruangan yang memiliki fungsi berbeda-beda di setiap ruangannya. Pada ruang pertama atau biasa disebut Ambir kiri ini digunakan sebagai tempat untuk menerima masyarakat yang ingin mengadukan masalah, terutama masalah adat. Para tetua adat dan semua yang bersangkutan akan berkumpul di Ambir kiri ini untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Ambir kiri ini juga dikenal sebagai Alat Kaid untuk masyarakat. Ruang kedua dari rumah adat Baloy ini adalah ambir Tengah. Ambir Tengah ini biasa difungsikan oleh pemuka adat untuk memutuskan perkara. Fungsi dari Ambir Tengah sendiri memang dijadikan sebagai balai sidang. Ambir Tengah ini juga biasa disebut dengan Lamin Bantong, ruangan ini sangat luas dan cocok untuk dijadikan tempat bermusyawarah.

Ruang selanjutnya adalah Ambir Kanan, Ambir Kaanan ini terletak di sisi kanan rumah adat Baloy. Nama lain dari rumah ini adalah Ulada Kemagot, yang berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat. Selain itu, ruang ini juga digunakan sebagai tempat damai setelah masalah berhasil diputuskan.

Ruang terakhir pada rumah adat Baloy ini adalah Lamin Dalom yang difungsikan sebagai singgasana bagi kepala adat suku Tidung. Ruangan ini bersifat khusus, tidak sembarang orang boleh memasuki ruangan ini.

Selain mempunyai ruangan dengan fungsi yang berbeda, rumah adat Baloy juga masih memiliki ruangan yang letaknya di bagian luar ruangan, biasanya difungsikan untuk urusan sosial. Ruangan tersebut bernama Lubung Intamu, fungsiya sebagai tmpat untuk menggelar pertunjukan. Selain itu, ada pula lokasi pertemuan adat seperti pelantikan pemangku adat dan tempat melakukan musyawarah.

Jika kita mengunjungi rumah adat Baloy ini, kita bisa berbelanja cinderamata di bagian kanan sisi bangunan utama. Tempat ini menjual berbagai macam souvenir untuk dijadikan oleh-oleh bagi para pengunjung. Kita juga dapat berbelanja batik khas Kalimantan disini. Tidak hanya itu, para pengunjung juga dapat berfoto menggunakan pakaian adat disini.

Ciri Khas Rumah Tradisional Kalimantan Utara

Sumber : Borneo ID

Sama halnya seperti rumah adat pada umumnya, rumah adat Boloy ini juga memiliki keunikan tersendiri yang pastinya sangat menarik dan banyak mengandung nilai filosofis. Hal tersebut yang membuiat rumah adat ini menjadi warisan budaya yang harus kita jaga kelestariannya. Filosofi yang terkandung pada rumah ini menggambarkan kegidupan dari masyarakat suku Tidung. Yang paling unik dari rumah adat ini adalah adanya ukiran yang menggambarkan kehidupan laut di bagian atap rumah dan lisplang.

Hal tersebut memang sengaja ditambahkan untuk menggambarkan kehiodupan dari masyarakat suku Tidung yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Selain itu, ruangan yang terdapat pada rumah adat baloy iini juga mempunyai fungsi yang berkaitan erat dengan aktivitas kehidupan sosial di masyarakat. Dimana menunjukkan bahwa suku Tidung adalah masayarakat yang memiliki jiwa sosial dan selalu mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah.

Hal yang tak kalah unik dari rumah adat ini adalah letak bangunannya yang menghadap ke arah utara. Dengan pintu utama yang menghadap ke selatan. konsep tersebut merupakan desain rumah panggung yang identik dengan suku Dayak. Di bagian dinding rumah ini juga terdapat ukiran yang menggambarkan kearifan lokal daerah pesisir. Ukiran ini bermotif flora, fauna dan sebagainya.

Jika kita hendak berkunjung ke rumah Baloy ini, kita dapat memilih bulan Desember. Karena pada bulan ini kita dapat melihat langsung Iwaw Tengkayu. Ira Tengkayu ini merupakan upacara adat yang selalu diadakan oleh suku Tidung. Kegiatan dari upacara tersebut berupa melarung sesaji di laut. Bukan hanya pelarungan, tetapi juga ada pertunjukan kesenian nantinya.

Denga tetap memanfaatkan rumah adat Baloy ini sebagai tempat pertemuan dan wisata, rumah ini akan tetap terjaga kelestariannya. Karena warisan budaya tidak boleh dibiarkan hilang begitu saja. Upacara adat seperti Iraw tengkayu juga dapat dijadikan sebagai media untuk memperkenalkan rumah adat Baloy.

 

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020