izzza.comizzza.com

Rumah Adat Kalimantan Tengah

October 27, 2020 / Rumah Adat

Kalimantan Tengah atau biasa kita singkat Kalteng ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang letaknay di Pulau Kalimantan. Provinsi yang satu ini beribukota di Palangkaraya. Provinsi ini juga memiliki 13 kabupaten dan 1 kota. Provinsi Kalimantan Tengah ini dihuni oleh beragam suku bangsa, suku yang paling besar diantaranya adalah suku Dayak. Tentunya suku-suku tersebut sangat berpengaruh terhadap kebudayaan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Hal tersebut dapat kita lihat pada bangunan rumah yang dimilikki oleh wilayah tersebut, bangunan rumah tersebut merupakan rumah adat Kalimantan Tengah.

Setiap bangunan rumah adat pasti memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Dimana keunikam itulah yang menjadi identitas dari provinsi tersebut. Di Kalimantan Tengah sendiri terdapat 7 rumah adat yang tentunya sangat menarik untuk kita ketahui. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai beragam rumah adat yang adat yang ada di Kalimantan Tengah :

Rumah Adat Betang Pasir Panjang

Sumber : borneos.id

Rumah adat Kalimantan Tengah pertama yang akan kita bahas adalah rumah adat Betang Pasir Panjang. Rumah adat yang satu ini dapat kita jumpai di kota Waringin Barat, Pangkalan Bun. Mayoritas suku Dayak tinggal di kabupaten ini . Masyarakat suku Dayak inilah yang menghuni rumah adat Betang Pasir Panjang ini. Hingga saat ini rumah adat ini masih sangat terjaga kelestariannya karena selalu berpenghuni. Rumah ini memiliki memiliki ukuran yang lebih besar dan atap yang tinggi.

Yang menarik dari rumah ini adalah pintunya yang berada di samping bukan pada sisi yang memanjang. Karena ukurannya yang besar, rumah ini terlihat sangat unik dan kokoh. Selain tetap menjaga kelestarian rumah adat Betang Pasir Panjang ini, masyarakat suku Dayak juga masih menjalankan adat dan peraturan-peraturannya hingga kini. Maka, tak heran jika saat ini mereka masih mengadakan upacara adat.

Rumah Adat Betang Tambaba

Sumber : borneos.id

Rumah adat Kalimantan Tengah berikutnya adalah rumah adat Betang Tambaba. Rumah tradisional yang satu ini sangat berkaitan erat dengan suku Dayak. Sama halnya seperti rumah adat khas Dayak pada umumnya, rumah adat ini juga dihuni oleh beberapa keluarga.

Rumah adat ini menggunakan kayu ulin sebagai bahan material dalam pembangunan rumah adatnya. Kayu ulin tersebut dikenal sangat kuat dan dapat bertahan lama. Namun, pada saat ini sangat sulit untuk menemukan keberadaan kayu tersebut karena lahan di Kalimantan yang sudah berkurang.

Rumah ini memiliki konsep arsitektur yang berbentuk persegi panjang. Rumah adat Tambaba ini tidak hanya digunakan sebagai hunian saja, tetapi juga digunakan sebagai cagar budaya. Hal tersebut terjadi karena desain dari rumah adat ini yang masih terjaga keaslian dan keindahannya. Sehingga rumah adat ini biasa digunakan sebagai destinasi wisata dan dikunjungi oleh wisatawan.

Rumah Adat Betang Sei Pasah

Sumber : borneos.id

Rumah adat yang dari Kalimantan Tengah berikutnya adalah rumah adat Betang Sei Pasah. Nama dari rumah adat ini diambil dari nama desanya, yakni berada di Desa Sei Pasah, Kapuas Hilir, Kalimantan Tengah. sebenarnya, rumah ini merupakan rumah lama yang mengalami pemugaran kembali. Hal tersebut terjadi karena bangunan asli dari rumah adat tersebut yang sudah lapuk dan hanya menyisakan tiang saja. Rumah ini dahulunya adalah rumah milik Taliing E Toepak yang mengalami keterbatasan bahan baku.

Rumah adat Betang Sei Pasah ini sama halnya seperti rumah adat Betang lainnya yang dibangun menggunakan kayu ulin. Namun, saat ini rumah adat ini dibangun dengan suasana lebih modern. Rumah tradisional tersebut kini dijadikan sebagai museum yang digunakan untuk menyimpan benda-benda bersejarah serta benda asli suku Dayak. Jika kita mengunjungi museum ini, kita bisa menemukan banyak hal yang menarik seperti sanding hingga patung penjaga.

Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi

Sumber : borneos.id

Saat ini sangat sulit untuk menemukan ryumah adat yang masih dihuni oleh suku Dayak. Kebanyakan dari rumah adat merupakan rumah adat yang sudah dilakukan pemugaran dan dibangun kembali. Sebagian dari rumah adat tersebut juga telah digunakan sebagai tempat wisata untuk melihat kebudayaan asli suku Dayak. Nama dari rumah ini diambil dari nama desanya. Yakni Desa Tumang Bukoi, Mandau Tawalang, Kalimantan Tengah.

Walaupun rumah adat ini telah mengalami pemugaran, namun arsitektur dan desainnya tidak banyak mengalami perubahan, karena disesuaikan dengan bangunan aslinya. Bahan baku dari rumah adat ini juga menggunakan kayu ulin, bahkan kayu ulin ini juga digunakan saat pemugaran. Rumah adat ini tetap terlihat seperti bangunan aslinya, hanya saja tampilannya yang berubah. Hal tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran kepada pengunjung terkait ciri khas dari rumah adat Betang Desa Tumbang Bukoi yang dahulunya dihuni oleh masyarakat suku Dayak.

Rumah Betang Muara Mea

Sumber : tempatwisata.pro

Sama seperti kebanyakan rumah adat Betang, nama dari rumah adat ini juga berasal dari nama desanya. Rumah adat Betang Muara Mea ini merupakan rumah adat yang dibangun oleh suku Dayak yang menghuni daerah sekitar Gunung Purei. Rumah ini memiliki ciri khas menyerupai rumah panggung, tetapi tampilannya terlihat modern. Hal tersebut dikarenakan dinding rumah ini yang sudah dilukis dan diberi cat yang membuat rumah ini semakin indah.

Gambar rumah yang terdapat di dinding rumah ini juga merupakan identitas dari suku Dayak yang sangat khas. Rumah adat yang satu ini juga menjadi identitas dari masyarkat suku Dayak yang digunakan sebagai tempat wisata. Pengunjung yang datang ke tempat ini juga dapat mengunjungi Taman Nasional Gunung Lumut. Karena letak dari kedua tempat tersebut yang tidak jauh. Rumah Betang Muara Mea ini juga masih sangat terjaga keasliannya dan keasriannya.

Rumah Betang Damang Batu

Sumber : independensi.com

Rumah adat Betang Damang Batu ini terletak di desa Tumbang Anoi serta menjadi Rumah Betang tertua di Kalimantan Tengah, karena dibangun pada tahun 1868. Bangunan rumah ini mengarah langsung ke sungai Kahayan yang semakin membuat bangunan rumah ini sangat indah. Masyarakat sekitar mengtakan jika rumah tradisional Kalimantan Tengah ini dibangun oleh Temanggung Rujan yang berasal dari Tewahlah.

Rumah Betang Toyoi

Sumber : borneos.id

Jika rumah Betang lainnya menggunakan nama tempat asal dari bangunan tersebut sebagai nama rumah adatnya, berbeda dengan rumah adat yang satu ini. Rumah Betang Toyoi ini menggunakan nama pembuat atau nama yang menciptakan rumah ini. Seseorang tersebut bernama Toyoi Panji. Hingga saat ini tidak dapat diketahui kapan rumah ini dibangun. Rumah yang berasal dari Desa Rumbang Mahaloi ini juga mengalami pemugaran. Tetapi, pemugaran tersebut tidak mengubah konsep asli dari bangunan rumah adat ini, sehingga keasliannya masih tetap terjaga.

Rumah adat ini menggunakan kayu ulin sebagai bahan material pembanguanannya. Dimana kayu ulin tersebut sangat kuat dan dapat bertahan hingga ratusan tahun. Pada bagian luarnya dilapisi menggunakan kulit kayu. Yang menarik dari rumah ini adalah tidak menggunakan paku sama sekali dalam pembangunannya. Walaupun tidak memakai paku, bangunan dari rumah adat ini masih dapat berdiri kokoh sampai saat ini. dulunya, rumah adat ini dihuni oleh 20 kelouarga.

Yang tak kalah unik dari rumah adat ini adalah tiangnhya yang berbentuk bulat persegi. Padahal pada saat itu belum ada alat canggih dan banyak menggunakan alat sederhana. Rumah adat ini sekarang dijadikan sebagai tempat wisata budaya. Sehingga kita bisa berkunjung kesana untuk melihat keindahan serta keunikan dar rumah adat ini .

Dari berbagai ulasan diatas dapat kita simpulkan jika bangunan rumah adat yang ada di Kalimantan Tengah ini banyak yang mengalami pemugaran. Sangat sulit menemukan rumah Betang yang masih dihuni oleh sukju Dayak. Mengingat pada saat ini modernisasi sangat berpengaruh terhadap bangunan rumah adat. Maka, hendaknya kita selalu menjaga dan melindungi warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia ini supaya tidak dapat hilang begitu saja.

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020