izzza.comizzza.com

Rumah Adat Kalimantan Barat

October 24, 2020 / Rumah Adat

Kalimantan Barat atau biasa kita sebut Kalbar ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang beribukota di Pontianak. Provinsi yang satu ini dikenal sebagai provinsi terluas keempat setelah Papua. Kalimantan Timur dan juga Kalimantan Tengah. tidak hanya itu, Kalbar juga dijuluki sebagai provinsi “Seribu Sungai” lho, karena jumlah sungai di Kalbar ini sangat banyak, bahkan hingga ratusan jumlahnya. Yang tidak kalah menarik dari provinsi ini adalah rumah adat Kalimantan Barat, rumah adat ini memiliki ciri khas yang dijadikan sebagai identitas wilayahnya. Bentuknya yang khas dan unik pasti akan membuat kita takjub ketika melihatnya.

Provinsi Kalbar ini didiami oleh dua suku besar lho, suku tersebut adalah suku Dayak dan suku Melayu. Kedua suku tersebut sangat berpengaruh pada rumah adat yang dimiliki oleh Kalimantan Barat ini. Yuk simak ulasan mengenai rumah adat Kalimantan Barat!

Rumah Adat Betang Radakng

Sumber : imujio.com

Jika kita berkunjung ke kota Pontianak, jangan lupa berkunjung ke rumah adat yang satu ini ya. Bangunan yang dimiliki oleh rumah adat ini sangat khas, seakan-akan menyambut siapa saja pengunjung yang datang di kota Khatuilistiwa. Rumah adat suku Dayak ini pernah memperoleh rekor MURI dunia. Mengingat di Indonesia belum memiliki bangunan yang berukuran sebesar rumah adat yang satu ini. Rumah adat Betang Radakng ini terletak di tengah kota, sehingga rumah ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata.

Rumah tradisional ini mempunyai panjang mencapai 138 m dengan ketinggian 7m. Dengan ukuran yang cukup besar, menjadikan rumah ini sebagai bangunan paling mewah. Selain itu, rumah ini juga memiliki corak yang suku Dayak yang khas. Rumah ini hanya dibangun sebagai replika dan tidak untuk dihuni oleh masyarakat suku Dayak. Oleh karena itu, rumah adat ini difungsikan sebagai tempat wisata serta menjadi tempat untuk mengggelar kesenian suku Dayak.

Rumah Betang Radakng ini bisa disebut juga dengan nama rumah betag atau rumah panjang. Nama dari rumah ini diambil dari bahasan suku Dayak Kanayatn. Rumah yang satu ini dirancang khusus agar dapat menampung penghuni hingga 600 orang di bagian ruang utama. Rumah ini juga dilengkapi dengan halaman yang luas yang mirip, sehingga biasa dijadikan sebagai pusat pertunjukan budaa masyarakat lokal dengan ciri khas Dayak yang kental

Rumah Adat Betang

Sumber : dayakdreams.com

Rumah adat Kalimantan Barat selanjutnya adalah rumah Adat Betang. Sama seperti rumah adat Betang Radakng, rumah Betang ini juga memiliki ukuran yang besar. Pada umumnya, rumah ini biasa ditinggali oleh keluarga besar dari suku Dayak . rumah ini memiliki panjang mencapai 150 m dan memiliki panjang sekitar 30 m. Bahkan ada juga rumah adat jenis ini yang berukuran lebih besar lagi. Keunikan dari rumah adat ini adalah bentuknya yang sangat bervariasi, tergantung dari jumlah keluarga yang menjadi penghuninya.

Rumah tradisional ini didesain menyerupai rumah panggung yang mempunyai ketinggian sekitar 3 sampai 5 meter dari permukaan tanah. Pemilihan dari konsep rumah adat ini memiliki makna, yaitu untuk mengantisipasi bencana alam seperti banjir serta untuk menghindari serangan binatang buas secara tiba-tiba. Masyarkat yang menempati rumah adat ini hidup secara berkelompok dalam satu rumah.

Hal tersebut menjadi tradisi turun temurun sehingga penghuni di dalam satu rumah tersebut beragam. Biasanya, dalam satu ruangan atau bilik ditempati oleh satu rumah tangga. Lalu, diberikan beberapa sekat mengingat rumah ini sangat luas. Selain rumah Betang, masyarkat suku Dayak juga mempunyai rumah tunggal yang hanya digunakan sementara, hal tersebut dikarenakan jarak ladang dari rumahyang cukup jauh.

Rumah Adat Baluk

Sumber : borneos.id

Rumah tradisional khas Kalimantan Barat ini mempunyai bentuk yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan rumah adat Kalbar yang lainnya. Fungsinya sendiri juga tidak dijadikan sebagai hunian, tetapi hanya digunakan untuk melakukan ritual maupun nibak’ng. Nibak’ng merupakan musim setelah penggarapan ladang pad atahun berikutnya. Biasanya ritual tersebut akan dilkasanakan pada tanggal 15 juni setiap tahunnya. Hal inilah yang membuat rumah baluk ini sangat unik dan menarik.

Rumah ini berbentuk bundar dengan diameter 10 m dan tingginya 10 m. Namun tingginya bisa mencapai 12 m karena akan disangga menggunakan 20 tiang kayu dibagian lainnya. Selain itu, pada bangunan rumah ini juga terdapat satu tiang yang digunakan sebagai tangga, bentuknya seperti titian. Hal tersebut membuat rumah ini lebih menarik ketika kita melihatnya.

Rumah tradisional ini juga mempunyai makna tersendiri di balik ketinggiannya. Rumah ini menggambarkan kedudukan atau Tempang Kamang Triyuh, yaitu tempat yang harus dihormati. Jika kita ingin menjumpai rumah adat yang satu ini, kita bisa datang langsung ke kecamatan Siding, Desa Hli Buei. Untuk sampai di desa ini kita harus menempuh jarak sekitar 134 KM dari Bengkayang, jarak tersebut dapat kita tempuh menggunakan motor air.

Rumah Adat Melayu

Sumber : Rental Bus Pariwisata Pontianak

Selain suku Dayak, Kalimantan Barat juga dihuni oleh suku Melayu. Suku tersbeut mempunyai rumah dengan konsep panggung yang bisa kita jumpai di Pontianak. Salah satu rumah khas Melayu dijadikan sebagai Balai Kerja , rumah tersebut hanya digunakan untuk sekretarian Pertemuan Balai Rakyat, kios penjualan, serta taman bermain. Masing-masing dari ruangan terebut mempunyai fungsi yang berbeda, mulai penginapan sampai acara adat.

Rumah tradisional ini juga difungsikan sebagai pusat kebudayaan Melayu dan sudah diresmikan sebagai tempat wisata. Rumah adat ini mempunyai atap yang dipengaruhi oleh bangunan Jawa. Atap tersebut memiliki segitiga yang tingginya 30 derajat. Atap tersebut berfungsi sebagai tempat udara mengalir. Sehingga penghuni rumah tidaka akan merasa panas jika berada di dalam rumah. Rumah ini juga memiliki kolong yang digunakan sebagai tempat parkir kendaran.

Rumah Adat Panjang

Sumber : kamerabudaya.com

Rumah adat Panjang ini semakin langka, bahkan hampir punah. Hal tersebut disebabkan pada tahun 1960-an, pemerintah menghancurkan beberapa rumah tersebut karena dicurigai manganut komunis. Padahal, rumah adat ini adalah pusat kehidupan masyarakat Dayak Kalimantan Barat.

Rumah tradisional ini memiliki ukuran yang tidak biasa. Dibangun menggunakan material kayu, panjang rumah ini mencapai 180 meter dengan lebar mulai dari 6 sampai 30 meter. Tinggi dari rumah ini mencapai 5 sampai 8 meter. Rumah ini didesain seperti rumah panggung, sehingga ketika kita ingin masuk ke dalam rumah, kita harus menaiki tangga.

Tangga dari rumah adat Panjang ini dibuat ganjil sesuai dengan luas rumah. Semakin besar ukuran dari rumah ini, maka semakin banyak pula tangganya. Tangga dari rumah adat ini dibuat menggunakan kayu uln yang sangat terkenal dengan kekokohannya. Pada bagian lantai rumah ini dibuat menggunakan belahan bambu atau kayu yang dibentuk bulat. Di bagian dinding rumah ini disekat menggunakan papan sehingga rumah ini terbagi menjadi beberapa ruangan.

Keunikan Rumah Adat Kalimantan Barat

1. Rumah Panggung Dapat Diberikan Sentuhan Modern

Jika kita memiliki lahan yang luas, kita bisa membangun rumah panggung seperti rumah Radakng yang disesuaikan dengan sentuhan modern. Kita dapat menggunakan beton untuk menyangga bangunan utama. Bagian bawah rumah ini dapat kita gunakan sebagai garasi.

Supaya berkesan natural minimalis dan modern, kita bisa menggunakan material kayu yang dikombinasi dengan dinding warna putih, abu, dan biru tua. Selain itu, kita dapat memasang banyak jendela supaya cahaya dan udara mempunyai sirkulasi yang baik

2. Rumah Didominasi Material Kayu

Rumaha adat kalimantan Barat banyak dibuat menggunakan material kayu, misalnya seperti kayu ulin yang dapat berdiri kokoh. Sedangkan bagian lantai dibuat menggunakan kayu ada juga yang menggunakan bambu atau batang pinang.

3. Menghadap Matahari Terbit

Kebanyakan rmah adat Kalimantan Barat dibangun mengadap arah matahari terbit. Hal tersbeut memiliki makna filosofi, rumah yang menghadap matahari mudah mendapatkan vitamin D dan akan menyehatkan setiap pagi.

4. Pilar Besar dengan Lukisan Suku Dayak

Rumah adat suku Dayak ini mempunyai motif seni lukis suku Dayak yang diambil dari bentuk binatang seperti burung enggang, naga dan anjing. Setiap lukisan tersebut juga memiiki arti tersendiri.

5. Mempunyai Tangga Berjumlah Ganjil
Rumah adat khas Kalimantan Barat pasti memiliki tangga yang berjumlah ganjil, hal tersebut disesuaikan dengan ukuran rumah.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan warisan budaya, salah satunya adalah rumah adat. Kalimantan Barat sendiri merupakan provinsi yang dihuni oleh suku bangsa yang beragam, dua suku besar diantaranya adalah suku Dayak dan suku Melayu. Suku-suku tersebut sangat berpengaruh terhadap rumah adat yang ada di Kalimantan Barat. Setiap rumah pasti mempunyai keunikan serta ciri khas masing-masing. Sudah sepatutnya jika rumah adat yang ada di setiap wilayah Indonesia ini harus dijaga supaya tidak punah, mengingat jumlahnya yang semakin berkurang.

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020