izzza.comizzza.com

Rumah Adat Jambi

November 5, 2020 / Rumah Adat

Jambi merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang memiliki nama ibu kota sama dengan provinsinya. Provinsi ini terletak di pesisir timur bagian tengah pulau Sumatera. Sama seperti daerah-daerah lainnya yang memiliki kekayaan budaya dan adat yang beragam, Jambi juga memiliki sebuah budaya yang pastinya selalu dijaga hingga saat ini, entah itu kesenian atapun rumah adat Jambi yang menjadi identitas dari masyarakat wilayah tersebut.

Berbicara mengenai rumah adat, pasti setiap daerah memiliki gaya arsitektur yang khas pada rumah adatnya, begitupun dengan Jambi. Rumah adat Jambi ini memiliki gaya arsitektur yang sangat unik. Selain itu rumah adat Jambi juga mempunyai nilai sejarah tersendiri.

Provinsi Jambi ini memiliki 3 jenis rumah adat yang khas, diantaranya adalah Rumah Adat Kajang Lengko, Rumah Batu Pangeran Wirokusumo, dan juga Rumah Adat Merangin. Tentunya rumah adat tersebut memiliki ciri khas di setiap bangunannya. Berikut ini ulasan mengenai rumah Adat Jambi :

Rumah Adat Kajang Lengko

Sumber : Polarumah.com

Rumah adat yang satu ini merpakan rumah adat Jambi yang paling dikenal banyak orang dibanding rumah adat Jambi yang lainnya. Rumah tradisional ini menjadi ikon budaya Jambi yang seiring diresmikannya replika rumah adat Kajang Lengko di Taman Mini Indonesia tahun 1970.

GAYA ARSITEKTUR

Rumah adat ini merupakan rumah adat Jambi yang sangat unik karena gaya arsitekturnya. Rumah ini di desain dengan bentuk tertentu yang sangat mengagumkan.
Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai arsitektur rumah adat Kajang Lengko.

a. Bentuk Rumah

Sama seperti rumah adat lainnya yang berasal dari wilayah Sumatera. Rumah adat Jambi ini juga dibangun menyerupai rumah panggung. Gaya arsitektur ini disebut dengan Marga Batin. Rumah adat ini berbentuk persegi panjang yang akan sangat jelas terlihat jika dilihat dari atas. Ukuran rumah ini biasanya sekitar 12 x 9 meter.

b. Jumlah Tiang Penopang

Sebagai rumah panggung tentunya rumah adat ini memiliki tiang-tiang penyangga. Banyaknya tiang yang menopang rumah ini adalah 30 yang terdiri dari 24 tiang penyangga utama dan 6 tiang tambahan atau biasa disebut pelamba.

Tiang yang digunakan untuk menopang rumah adat ini dibuat cukup tinggi. Di desain demikian untuk mencegah masuk ke rumah ketika terjadi bajir serta untuk menghindari serangan binatang buas.

c. Jumlah Tangga Masuk

Rumah adat Kajang Lengko ini mempunyai dua buah tangga yang digunakan untuk menuju bagian dalam rumah. Tangga-tangga tersebut dibangun di sisi kanan dan kiri rumah, dimana tangga di sisi kanan merupakan tangga utama dan tangga di sisi kiri merupakan akses tambahan untuk masuk ke dalam rumha.

d. Desain Atap

Masyarakat Jambi biasa menyebut desain atap Kajang Lengko dengan nama Gajah Mabuk. Desain atap rumah ini menyerupai perahu dengan ujung bagian atas melengkung disebut dengan lipat kajang atau potong jerambah. Bahan material yang digunakan dalam pembuatan atap ini adalah kayu dan anyaman ijuk.

FUNGSI UTAMA RUMAH ADAT KAJANG LENGKO

a. Ruang Pelamban

Fungsi ruangan ini mirip seperti ruang tamu yang digunakan untuk para tamu yang berkunjung ke rumah adat Kajang Lengko namun belum diizinkan masuk. Ruang ini dibangun di sisi kiri rumah dan terbuat dari batang bambu yang telah dibelah.

b. Gaho

Ruangan ini berfungsi untuk penyimpanan cadangan makanan serta barang lainnya, kurang lebih sama seperti gudang. Ruang gaho ini juga terletak di sisi kiri rumah dengan bentuk bangunan memanjang. Ciri khas dari bangunnan ini adalah dekorasi dinding yang dihiasi ukiran motif ikan.

c. Ruang Masinding

Ruangan ini sangat luas dan dibangun bagian depan rumah adat. Fungsinya sebagai tempat untuk melakukan musyawarah atau melaksanakan ritual tertentu seperti ritual kenduri. Dinding ruangan ini dihiasi ukiran bermotif bungo tanjung, tampuk manggis, dan bungo jeruk.

d. Ruang Tengah

Ruangan ini letaknya di bagian tengah rumah adat Kajang Lengko. Letaknya menyatu dengan ruang masinding karena ruang ini difungsikan untuk tempat wanita berkumpul untuk melaksanakan kenduri.

e. Ruang Menalam atau Ruang Dalam

Bagian ini terdiri dari beberapa ruangan, yaitu kamar tidur orang tua, kamar tidur anak, dan ruang makan. Ruangan ini hanya boleh dimasuki oleh pemilik rumah, tamu tidak diperbolehkan memasuki ruangan ini.

f. Ruang Balik Malintang

Ruangan ini letaknya di bagian kanan rumah dan menghadap langsung ke ruang masiding dan juga ruang tengah. Keunikan rumah ini adalah lantainya yang dibuat lebih tinggi daripada ruang lainnya.

g. Ruang Bauman

Ruang ini berfungsi sebagi tempat memasak jika akan dilaksanakan sebuah acara seperti pesta pernikahan. Ruang ini tidak memiliki lantai ataupun dinding.

NILAI FILOSOFI RUMAH ADAT KAJANG LENGKO

Rumah adat Jambi terkenal dengan hiasan ukiran pada bangunannya yang sangat indah dan unik. Ada dua macam motif ukiran tersebut, yakni floral dan fauna.

Motif floral seperti tumbuhan dan bunga ini mengandung makna bahwa masyarakat Jambi sangat mengagungkan peran hutan dalam kehidupan sehari-harinya. Masyarakat Jambi juga sangat menyadri bahwa hutan memiliki fungsi pentong bagi kehidupan manusia.

Motif fauna juga menjadi corak dalam ukiran dalam bangunan rumah adat Jambi. Motif yang digunakan adalah ikan yang menjadi lambang bahwa mayoritas masyarakat Jambi bekerja sebagai nelayan.

Rumah Adat Merangin

Sumber : blogspot.com

Rumah adat yang satu ini berasal dari Kabupaten Merangin yang letaknya di provinsi Jambi. Rumah ini dulunya dihuni oleh Suku Batin. Nama lain dari rumah adat ini adalah Rumah Tuo Rantau Panjang.

GAYA ARSITEKTUR RUMAH ADAT MERANGIN

Rumah tradisional ini dibangun menyerupai rumah panggung. Tetapi jumlah tiang penyangga pada rumah ini tidak sebanyak rumah Kajang Lengko.

Rumah ini berbentuk persegi panjang dan memanjang ke arah samping. Tangga yang menjadi akses utama menuju bagian rumah diletakkan di bagian depan. Rumah adat Merangin ini memiliki sejumlah jendela yang ukurannhya cukup besar pada bagian depan rumah.

Material dalam pembangunan rumah ini berasal dari kayu dan ijuk. Kayu digunakan untuk membuat kontruksi rumah sedangkan ijuk digunakan untuk mambuat atap rumah. Namun, saat ini materiak ijuk sudah tidak lagi digunakan, masyarakat jambi menggantinya dengan seng.

Rumah adat ini juga sama sekali tidak menggunakan paku pada kontruksi bangunannya. Namun, rumah ini tetap dapat beridiri kokoh dan dapat bertahan hingga ratusan tahun.

Pada umumnya rumah adat ini dihiasi oleh warna coklat terang yang terlihat sangat indah. Selain itu, terdapat pula ukiran bermotif floral dan fauna yang juga menghiasi rumah adat ini.

NILAI FILOSOFI RUMAH ADAT MERANGIN

Nilai filosofi yang dimiliki oleh rumah adat ini terletak pada pintu rumah yang dibuat rendah denan ukuran 1 meter. Jadi, ketika ada yang masuk rumah mereka harus menundukkan kepalanya. Hal tersebut merupakan bentuk penghormatan pada pemilik rumah.

KEUNIKAN RUMAH ADAT MEEANGIN

Walaupun kontruksi bangunan rumah initidak menggunakan paku, tetapi kekokohannya tidak perlu diragukan lagi. Rumah ini juga tahan terhadap guncangan.
Kunci kekokohan pada rumah ini terletak pada penggunaan kayu sendi yang digunakan untuk bantalan pada tiang penyangga yang menopang rumah ini. selain itu masyarakat Jambi juga mengoleskan getah pohon ipuh setiap lima tahun sekali, supaya rumah ini dapat bertahan hingga ratusan tahun.

Rumah Batu Pangeran Wirokusumo

Sumber : Aksipost.com

Dinamai demikian karena penggunaan batu sebagai material utama dari rumah adat ini. rumah Batu Pangeran Wirokusumo ini merupakan pemberian dari pemerintahan Belanda pada zaman penjajahan dahulu.

SEJARAH RUMAH BATU PANGERAN WIROKUSUMO

Pemerintah Belanda memberikan rumah itu karena Pangeran Wirokusumo memberikan informasi mengenai keberadaan Raden Matter yang bersembunyi dari pengejaran Belanda. Maka sebagai gantinya Pemerintahan Belanda memberikan hadiah berupa rumah tersebut.

GAYA ARSITEKTUR

Rumah ini menggabungkan tiga arsitektur dalam pambangunannya, yakni arsitektur Belanda, Tionghoa, dan Melayu. Hal tersebut menambah keunikan dari rumah adat Jambi ini.

Nah, itu tadi ulasan legkap mengenai ragam rumah adat yang ada di Jambi. Semoga pembahasan diatas dapat menambah wawasan kita mengenai kekayaan budaya Indonesia yang patut kita banggakan. Sangat disayangkan jika warisan budaya tersebut hilang begitu saja, maka kita wajib melestarikannya di era modern ini.
Sekian dan terima kasih!

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020