izzza.comizzza.com

Rumah Adat DKI Jakarta

November 6, 2020 / Rumah Adat

Pernah berkunjung ke kota Jakarta? Pasti kita semua sudah tidak asing lagi dengan ibu kota negara Indonesia yang satu ini. Jakarta merupakan menjadi kota terbesar di Indonesia. Kota Jakarta ini terletak di pesisir bagian barat laut pulau Jawa. Jumlah penduduk asli Jakarta lebih sedikit jika dibandingkan dengan penduduk pendatang. DKI Jakarta ini didominasi oleh suku Betawi. Sama halnya seperti provinsi lain yang ada di Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan, Jakarta juga memiliki beragam kebudayaan tersebut yang menjadi identitas dari suku Betawi di Jakarta. Beragam kebudayaan tersebut seperti kesenian ondel-ondel, pencak silat, tanjidor, dan yang tak kalah unik adalah rumah adat Jakarta.

Walaupun kota Jakarta sangat padat penduduk dan menjadi semakin sempit, namun keberdadaan rumah adat yang mereka miliki tetap dijaga kelestariannya. Pada dasarnya rumah adat Betawi ini terbagi menjadi 4 jenis, yakni Rumah Joglo, Rumah Kebaya, Rumah Gudang, dan Rumah Panggung Betawi. Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai 4 jenis rumah adat Betawi :

Rumah Joglo Betawi

Sumber : WordPress.com

Ternyata, bukan hanya provinsi Jawa saja lho yang memiliki rumah Joglo. Jakarta juga memiliki rumah adat Joglo yang atapnya sangat mirip sekali dengan bangunan rumah adat khas Jawa. Keduanya memiliki atap yang berbentuk bujur sangkar. Namun, bagian rumah tertentu seperti ruang depan, ruang tengah serta ruang belakang pada rumah adat DKI Jakarta sangat berbeda dengan ruangan yang ada pada rumah Joglo di Jawa.

Rumah adat Betawi ini tidak memilki penyangga seperti rumah Joglo di Jawa. Rumah adat Jakarta ini terbagi menjadi 3 ruangan, antara lain :

  • Rumah Depan, ruang depan atau biasa kita sebut teras ini berfungsi untuk menerima tamu seperti rumah biasa pada umumnya.
  • Ruang Tengah, merupakan ruang yang digunakan untuk berkumpul bersama keluarga, bagian ini merupakan ruang untuk bersantai dan bercanda bersama dengan keluarga.
  • Ruang Belakang, bagian ini hanya terdiri atas kamar mandi dan dapur.

Karena memiliki unsur rumah yang lengkap, rumah adat ini biasanya hanya dimiliki oleh keluarga kaya. Rumah adat ini kebanyakan terletak di wilayah perkotaan.

Rumah Adat Kebaya

Sumber : 99.co

Walaupun Betawi memiliki 4 jenis rumah adat, namun rumah adat Kabaya ini merupakan rumah adat yang tercatat resmi sebagai rumah adat Betawi. Pada zaman dahulu, rumah adat kebaya ini merupakan rumah yang hnaya dimiliki oleh keluarga terpandang saja.

Rumah adat ini memiliki atap yang terbuat dari genteng tanah liat, tetapi ada juga yang terbuat dari bahan atep atau anyaman daun kirai. Rumah ini memiliki atap yang bentuknya seperti pelana yang dilipat atau seperti lipatan kebaya jika kita melihatnya dari samping.

Rumah ini memiliki bentuk atap yang bervariasi. Ada yang berbentuk seperti pelana limpasan air terletak di samping. Pada bagian teras, atap dibuat berbentuk pelana dengan struktur landai. Sementara itu, dinding rumaha tradisional ini terbuat dari kayu. Kayu yang digunakan adalah jenis kayuu nangka dan kayu gowok. Kayu tersebut dicat menggunakan warna-warna cerah seperti kuning dan hijau.

Rumah adat ini memiliki daun pintu yang berukuran cukup besar dan memiliki ventilasi udara disertai ventilasi udara yang akan emmbuat sirkulasi udara di dalam rumanh bagus.

Pondasi rumah tradisional ini menggunakan susunan batu kali dan pasangan batu bata sebagai landaasan dindingnya.

Bangunan rumah adat suku Betawi ini memiliki filosofi yang terletak pada bagian teras yang luas disertai meja kursi yang mempunyai simbol jika masyarakat Betawi selalu terbuka dan menghargai siapapun orang yang datang.

Bagian teras yang luas juga menggambarkan sifat kekeluargaan, keramahan dan semangat untuk selalu senantiasa menjaga keharmonisan dengan tetangga dan kerabat.

Walaupun memiliki teras yang cukup luas, rumah adat Betawi ini dikelilingi oleh pagar. Hal tersebut dapat diartikan jika keterbukaan masyarakat suku Betawi memiliki batas, sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan nilai keagamaan.

Di setiap sudut rumah tradisional Betawi ini terdapat banyak sekali ornamen yang menjadi identitas dari rumah adat tersebut. Ornamen tersebut adalah gigi balang dan banji. Gigi balang ini adalah papan yang bentuknya segitiga dan terlihat seperti gigi belalang. Ornamen ini adalah simbol masyarakat Betawi yang berpegang teguh pada kejujuran dan kerja keras seperti belalang.

Sedangkan ornamen banji berbentuk tumbuhan seperti bunga matahari. Bunga matahari memiliki arti sumber kehidupan dan terang, makna dari filosofi tersebut adalah penghuni rumah yang mempunyai pola pikir serta jiwa yang terang supaya dapat menjadi panutan bagi masyarakat sekitar.

Rumah Adat Panggung Betawi

Sumber : RimbaKita.com

Kebanyakan Rumah Panggung ini dibuat oleh masyarakat suku Betawi yang tinggal di daerah pesisir pantai, seperti nelayan. Bangunan ini memiliki bentuk seperti rumah panggung yang dibawahnya terdapat tiang penyangga yang tinggi. Dibuat seperti rumah panggung supaya terhindar dari luapan air laut dan ombak tinggi. Penyangga rumah adat ini menggunakan bahan kayu atau bambu yang memiliki tinggi 1 – 1,5 meter. Jumlah tiang disesuaikan dengan besar bangunan rumah.

Rumah Panggung ini juga memiliki Balaksuji, yaitu tangga yang digunakan untuk masuk ke dalam rumah. Balaksuji ini berfungsi sebagai penghalang masuknya bala bencana ke dalam rumah.

Rumah Adat Gudang

Sumber : POPBELA.com

Rumah tradisional Betawi selanjutnya adalah Rumah Gudang. Rumah Gudang ini merupakan rumah adat Betawi yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang karena tidak terpengaruh kebudayaan lain. Hal tersebut terjadi karena letak rumah in iyang terpencil dan sulit ditemukan. Rumah ini berbentuk persegi panjang dan memiliki atap rumah yang berbentuk seperti pelana kuda yang disusun dengan kerangka kuda. Di bagian depan rumah diberi atap miring yang biasa disebut markis atau topi. Markis ini berguna untuk menahan sinar matahari dan air hujan.

Rumah adat ini tidak seperti rumah adat Betawi pada umumnya karena hanya terdiri dari dua ruangan saja, yakni ruang depan dan ruang tengah. Untuk ruang di bagian belakang dibuat menyatu dengan ruang bagian tengah dan digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga. sedangkan ruang bagian depan difungsikan untuk menerima tamu.

Keunikan Rumah Adat Jakarta

Setiap rumah adat pasti memiliki keunikan serta ciri khas masing-masing begitu juga dengan rumah adat Jakarta ini. keunikan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Penamaan Tata Ruang Khas Betawi

Rumah betawi memiliki keunikan dalam penamaan tata ruangnya. Rumah Betawi memiliki ruang pubik digunakan selain keluarga inti, seperti tamum atau rekan kerja, ruang ini terletak di bagian depan rumah. Bagian rumah tersebut biasa disebut amben

Selain ruang publik, Rumah Betawi juga memiliki ruang pribadi yang hanya diperuntukkan untuk keluarga saja. Ruang ini berada di bagian tengah rumah, ruangan ini biasa disebut pangkeng.

2. Tidak Memiliki Kamar Mandi

Rumah asli Betawi tidak memiliki kamar mandi di dalam rumah. Kamar mandi pada rumah ini diletakkan di bagian luar rumah, lebih tepatnya di bagian belakang rumah. Hal tersebut terjadi karena masyarakat Betawi yang berasumsi jika segala kotoran harus disingkirkan dari bangunan utama.

3. Semua Ukiran Memiliki Makna Filosofis

Rumah adat Betawi ini memiliki ukiran yang tentunya memiliki filosofi, seperti bunga matahari yang memiliki arti sumber kehidupan dan terang, makna dari filosofi tersebut adalah penghuni rumah yang harus memiliki pola pikir serta jiwa yang terang untuk menerangi pikiran dan hati penghunir rumah.

4. Pagar Rumah yang Tidak tinggi

Rumah adat Betawi ini dikelilingi pagar yang tidak tinggi dengan ukuran 80cm dengan ketebalan 3-5 cm yang terbuat dari pahan kayu atau bilahan bambu.pagar tersebut sengaja dibuat tidak tinggi karena melambangkan keterbukaan masyarakat Betawi dengan orang lain serta tingkat toleransi yang tinggi.

5. Ornament Gigi Balang

Di rumah adat Betawi terdapat ornament gigi balang berupa papan kayu yang dibentuk segitiga terbalik berjajar yang dipasang di bagian lisplang. Ornamen ini melambangkan jika masyaarkayta Betawi berpegang teguh pada kejujuran serta keuletan seperti belalang.

Nah itu tadi ulasan mengenai ragam rumah adat yang ada di Jakarta. Rumah adat Jakarta memiliki keunikan serta nilai filosofis yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat suku Betawi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua mengenai ragam kebudayaan di Indonesia. Sekian dan terima kasih!

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020