izzza.comizzza.com

Rumah Adat Banten

October 24, 2020 / Rumah Adat

Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia, tepatnya di wilayah paling barat Pulau Jawa. Provinsi ini pernah menjadi bagian dari Jawa Barat, daerah ini juga menjadi wilayah pemekaran sejak tahun 2000. Jadi, tidak heran jika Banten memiliki budaya yang berbeda, misalnya seperti rumah adat Banten.
Sama seperti rumah adat lainnya, rumah adat Banten ini memiliki ciri khas dan jiga arsitektur yang unik. Selain itu, rumah adat Banten juga memiliki nilai-nilai filosofi yang sangat menarik.

Rumah adat Banten merupakan rumah adat yang dihuni oleh suku Baduy. Suku Baduy ini adalah kelompok etnis masyarakat adat suku Banten yang ada di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Secara umum rumah adat Baduy ini sama seperti rumah panggung. Jenis rumah adat banten ini bahkan memiliki tuiga nama yang berbeda, yakni rumah adat Banten, rumah adat Baduy, dan rumah adat Sulah Nyanda.

Jika kita ingin menjumpai rumah adat Baduy ini maka kita bisa datang ke wilayah utama suku Baduy yang pastinya ada di provinsi Banten. Jika diperhatikan, rumah adat Banten ini memiliki kemiripan dengan rumah adat yang ada di Sunda. rumah adat Sunda yang dimasksud adalah Julang Ngapak.
Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai rumah adat Banten :

Pembagian Rumah Adat Banten

Sumber : blogspot.com

Rumah tradisional khas Banten ini terbagi menjadi 4 ruangan, yang tentunya di setiap ruangan tersebut memiliki fungsi khusus. Berikut ini pembagian rumah adat Banten :

Seroso

Seroso sendiri merupakan sebutan untuk bagian depan rumah persis seperti beranda, atau kita biasa menyebutnya teras. Pemilik rumah biasanya menjadikan seroso ini sebagai tempat bersantai atau beristirahat sekaligus tempat untuk menerima tamu yang datang. Selain itu, tempat ini juga digunakan para wanita untuk melakukan kegiatan menenun.

Tepas

Bagian berikutnya dari rumah adat Baduy ini adalah tepas. Tepas ini merupakan ruangan yang ada di tengah rumah. Fungsi dari ruangan ini adalah untuk tempat bersantai serta tempat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Tempat ini merupakan pusat berbagai aktivitas utama keluarga di dalam rumah seperti acara syukuran juga sebagai ruang pertemuan. Selain itu, ruangan ini juga digunakan untuk tempat beristirahat atau tidur pada malam hari.

Ipah

Ipah ini terletak di bagian belakang rumah adat. Fungsinya sama seperti dapur, yaitu digunakan untuk menyimpan persediaan makanan bagi penghuni rumah. Selain itu juga dihgunakan untuk melakukan kegiatan memasak. Selain itu, bagian ini juga sangat unik karena sering dijadikan untuk tempat tidur bagi kepala para kepala keluarga dan juga merupakan ruangan paling utama rumah adat Baduy.

Leuit

Bagian selanjutnya dari rumah adat Baduy ini adalah Leuit. Leuit ini merupakan bagian rumah adat Baduy yang letaknya terpisah dari rumah. Leuit ini difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan hasil bumi seperti padi. Masyarakat suku Baduy menganggap rumah ini sebagai ketahanan pangan yang mereka miliki.
Leuit atau biasa disebut lumbung padi ini sengaja diletakkan jauh dari rumah supaya jika terjadi musibah atau bencana alam, tempat persediaan tersebut tidak ikut rusak.

Keberadaan leuit ini sendiri juga tidak sembarangan, waktu pembangunannya juga menyesuaikan aturan adat yang berlaku.

Leuit ini juga dilindungi oleh Pu’un, ketua adat dengan mantra khusus yang digunakan sebagai pelindung. Pembangunan dari bagian rumah adat ini harus mengikuti hitungan bulan yang telah ditetapkan oleh Pu’un.

Masyarakat Baduy juga percaya jika bangunan tersebut perawatannya tidak sesuai dengan aturan yang ada, maka akan ada hal buruk yang menimpa masyarakat suku Baduy.

Ciri Khas Rumah Adat Baduy

Sumber : indonesiakaya.com

Seperti yang sudah kita bahas di atas, jika setiap rumah adat pasti memiliki ciri khas masing-masing dari segi fisik dan juga fungsinya, begitu juga dengan rumah adat khas Banten ini. rumah adat suku Baduy ini mempunyai bebrapa ciri khas ynag membedakannya dengan rumah adat lainnya.

Berikut ini ciri khas rumah adat Baduy :

a. Rumah ini dibangun menyerupai rumah panggung, sehingga pada bagian bawah rumah ini tidak menyentuh tanah.

b. Penyangga yang digunakan untuk pondasi rumah tradisional suku Baduy ini menggunakan batu untuk menyangga setiap tiang.

c. Bahan material yang digunakan untuk pembangunan rumah ini berasal dari kayu, kayu tersebut juga harus kuat karena digunakan untuk menopang rangka langai dan atap.

d. Dinding rumah adat ini menggunakan anyaman bambu.

e. Pada umumnya bangunan rumah adat ini memiliki dua bagian atap, kiri dan kanan. Bagian atap kiri biasanya mempunyai bentuk yang lebih panjang dari bagian atap kanan.

f. Pada bagian atap menggunakan bahan material daun kelapa atau ijuk.

g. Bangunan rumah adat ini tidak memiliki jendela sama sekali.

h. Lantai pada rumah adat ini dibangun menggunakan potongan bambu.

Keunikan rumah ini terletak pada bangunannya yang tidak memiliki jendela sama sekali. Tetapi ventilasi udara pada rumah tersebut tetap baik karena lantai serta dindingnya terbuat dari anyaman bambu sehingga banyak sekali lubang.

Filosofi Unik Di Balik Rumah Adat Baduy

Sumber : goodnewsfromindonesia.id

Suku Baduy sangat mempertahankan budaya asli mereka , menjalankan adat istiadat dengan menghargai dan menghormati alam semesta. Sehingga bentuk rumah adat yang mereka bangun berhubungan dengan kelestarian alam dan juga usaha untuk tetap menjaganya.

Setiap bentuk serta desain yang mereka buat sebenarnya mempunyai makna dan tujuan yang sangat baik. Dapat kita lihat pada bangunan rumah adat ini yang tidak memiliki jendela sama sekali. Hal tersebut bertujuan supaya siapa saja yang ingin melihat isi rumah harus masuk ke dalam rumah dan berkunjung, dan bukan mengintip dari luar rumah.

Selain itu, mereka juga membangun rumah adat tersebut secara gotong royong. Hal tersebut menggambarkan tali persaudaraan masyarakat suku Baduy yang sangat tinggi.

Rumah tradisional ini dibangun menghadap ke arah utara dan selatan. mereka percaya bahwa arah rumah tersebut sangat baik.

Kehidupan masyarakat suku Baduy ini sangat sederhana dan tidak tersentuh teknologi sama sekali, hal tersebut membuat rumah adat Baduy ini tetap abadi dan berdiri kokoh.

Bagi masyarakat Baduy, rumah merupakan perlambang yang khas atas kepribadian dan identitas diri mereka. Oleh karena itu, pembangunan rumah adat ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan dan harus mengikuti aturan-aturan adat yang ada.

Masyarakat suku Baduy juga sangat menjunjung tinggi prinsip eco-friendly, sehingga mereka tidak menggunakan paku pada bangunan rumah adat mereka. Sebagai gantinya, mereka menggunakan macam-macam teknik arsitektur tradisional.

Perlu kita ingat jika Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang wajib kita banggakan dan juga kita lestarikan. Sebagai penerus bangsa, kita harus melindungi warisan luhur nenek moyang kita.

Nah, itu tadi pembahasan kita mengenai rumah adat suku Baduy yang ada di Banten. Semoga artikel ini dapat menjadi penyemangat kita dalam mencintai budaya tanah air. Selamat membaca!

Izzza.com. Menulis dengan penuh cinta. Sejak 2020